LeBadiste.fr

Indonésie

Mohammad AHSAN

38 ans · 173 cm · 68 kg · Droitier

Photo de Mohammad AHSAN
722
Matchsdisputés
492
Victoires492-229
68 %
Réussitesur 721 matchs
29
Titresfinales gagnées

Mohammad AHSAN est un joueur de badminton indonésien, âgé de 38 ans. Son bilan s'établit à 492 victoires pour 229 défaites sur 722 matchs disputés, soit 68 % de réussite. Il compte 29 titres en carrière. Son tableau de prédilection est le double hommes. Droitier. Il remporte 63 % de ses matchs allés au décisif, sur 230 matchs. Il convertit 50 % de ses finales en titre. Il n'a jamais battu Leo Rolly CARNANDO, en 5 rencontres. Ses matchs durent 37 min en moyenne, médiane 34 min.

Derniers tournois

Statistiques de carrière

Tableau
Statistiques de carrière de Mohammad AHSAN en double hommes
Bilan en trois manches
63 %230 matchs
Remontées
31 %247 matchs
Craquages
10 %411 matchs
Manches serrées
52 %78-72
Score moyen en manche perdue
15,9570 manches
Série en cours
1 défaite
Plus longue série
22 victoires
Écart moyen par manche
+1,61 551 manches
2-0 infligés
296124 subis
Durée moyenne
37 minmédiane 34 min
Bilan au-delà d’une heure
71 %24 matchs
Bilan en moins d’une heure
68 %633 matchs
Points par minute
2,3657 matchs
Demies converties
63 %78 matchs
Finales converties
50 %50 matchs
À domicile
67 %72 matchs
À l’étranger
68 %553 matchs

Bilan par tour en double hommes

Finale 50 % 25-25
Match pour la 3e place 0 % 0-2
Demi-finales 63 % 49-29
Quarts de finale 62 % 74-45
8es de finale 68 % 115-53
16es de finale 78 % 164-45
32es de finale 100 % 1-0
Tour 3 40 % 4-6
Tour 2 56 % 5-4
Tour 1 73 % 8-3
Groupe D 100 % 6-0
Qualifications : 8es de finale 0 % 0-3

Par saison en double hommes

SaisonTournoisProfondeur moyenne
202518es de finale
2024138es de finale
202319Quarts de finale
202216Quarts de finale
202110Quarts de finale
20203Demi-finales
201919Demi-finales
201816Quarts de finale
201712Quarts de finale
201614Quarts de finale
201516Demi-finales
201411Demi-finales
201314Match pour la 3e place
2012118es de finale
201117Quarts de finale
201010Quarts de finale
2009128es de finale
2008118es de finale
20075Quarts de finale

Bêtes noires en double hommes

Rencontrés au moins trois fois, jamais battus.

Par nation adverse en double hommes

Chine 53 % 62-56
Indonésie 55 % 46-37
Japon 80 % 55-14
Corée du Sud 54 % 36-31
Malaisie 79 % 50-13
Statistiques de carrière de Mohammad AHSAN en autres épreuves
Bilan en trois manches
47 %17 matchs
Remontées
21 %14 matchs
Craquages
7 %41 matchs
Manches serrées
40 %8-12
Score moyen en manche perdue
17,436 manches
Série en cours
1 défaite
Plus longue série
10 victoires
Écart moyen par manche
+3,2127 manches
2-0 infligés
335 subis
Durée moyenne
38 minmédiane 27 min
Bilan au-delà d’une heure
50 %6 matchs
Bilan en moins d’une heure
78 %49 matchs
Points par minute
2,255 matchs
Demies converties
67 %6 matchs
Finales converties
80 %5 matchs
À l’étranger
75 %51 matchs

Bilan par tour en autres épreuves

Finale 80 % 4-1
Demi-finales 67 % 4-2
Quarts de finale 80 % 4-1
16es de finale 0 % 0-1
Tour 3 100 % 3-0
Tour 2 33 % 2-4
Tour 1 100 % 3-0

Par saison en autres épreuves

SaisonTournoisProfondeur moyenne
20221Finale
20211Qualifications
20201Finale
20191Qualifications
20182Match pour la 3e place
20162Finale
20151Qualifications
20142Demi-finales
20122Qualifications
20111Qualifications
20102Qualifications
20091Qualifications
20071Finale

Par nation adverse en autres épreuves

Chine 57 % 4-3
Corée du Sud 57 % 4-3
Hong Kong 50 % 2-2
Inde 50 % 2-2
Japon 100 % 4-0

Photos

  • Gantung Raket, Ini Pesan Pasangan Hendra/Ahsan untuk Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan secara resmi gantung raket pada Minggu (26/1) pagi. Momen pensiunnya dua atlet juara dunia ini ditandai dengan acara Moment of Honor Hendra/Ahsan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2025.
Minggu, 26 Jan 2025
BAGIKAN :
Gantung Raket, Ini Pesan Pasangan Hendra/Ahsan untuk Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan secara resmi gantung raket pada Minggu (26/1) pagi. Momen pensiunnya dua atlet juara dunia ini ditandai dengan acara Moment of Honor Hendra/Ahsan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2025.(foto:herry/kemenpora.go.id)
Jakarta: Pasangan pebulu tangkis ganda putra Indonesia Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan secara resmi gantung raket pada Minggu (26/1) pagi. Momen pensiunnya dua atlet juara dunia ini ditandai dengan acara Moment of Honor Hendra/Ahsan yang digelar di Istora Gelora Bung Karno (GBK) dalam ajang Daihatsu Indonesia Masters 2025.
Dalam Moment of Honor ini, Hendra dan Ahsan yang telah berpasangan sejak 2012 ini menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung karier mereka. Mulai dari keluarga, PBSI, para pencinta olahraga bulu tangkis, hingga masyarakat Indonesia yang telah memberikan dukungan selama ini. 
Keduanya tak bisa menyembunyikan perasaan haru lantaran tidak akan lagi bermain bulu tangkis secara profesional, khususnya di Istora Senayan. 
"Pastinya kami sangat bersyukur dengan dengan pencapaian selama ini. Sekarang waktunya untuk istirahat, berkumpul kembali dengan keluarga," ujar Ahsan. 
Dalam kesempatan itu, The Daddies, julukan Hendra/Ahsan, melakoni pertandingan perpisahan melawan pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo dengan pebulu tangkis Korea Selatan (Korsel) Seo Seung-jae. Laga yang diwarnai momen-momen menggelikan dalam suasana santai tersebut dimenangkan Hendra/Ahsan.
“Sebenarnya saya memilih lawan Minions karena di tahun 2019 kita sering final bareng ya, jadi itu akan sangat spesial ya. Cuma kebetulan Gideon-nya tidak bisa, sedang ada acara. Saya hubungi Seo Seung-jae, kebetulan dia masih di sini dan dia bersedia,” beber Hendra.
Diketahui, Hendra pensiun di usianya yang ke-40 tahun, sementara Ahsan gantung raket di usia ke-37 tahun. Beberapa prestasi yang telah diraih pasangan ini di antaranya tiga kali gelar juara dunia pada 2013, 2015, dan 2019, medali emas Asian Games 2014, serta beragam gelar BWF World Tour, termasuk All England.
Sebelum berpasangan dengan Ahsan, Hendra terlebih dahulu berpasangan dengan Markis Kido dan berhasil meraih emas Olimpiade Beijing 2008. Sementara Ahsan sebelumnya berpasangan dengan Bona Septano.
Sepanjang duet mereka, The Daddies dikenal sebagai salah satu ganda putra terbaik dunia. Hal tersebut diakui para pebulu tangkis dunia yang turut memberikan testimoni dalam video yang ditayangkan di Moment of Honor Hendra/Ahsan. Salah satunya Zheng Siwei, mantan pebulu tangkis Tiongkok yang menyebut permainan keduanya begitu indah.
Hendra sendiri mengungkapkan kunci penampilan maksimal The Daddies di lapangan selama ini adalah selalu menjaga kekompakan. Menurutnya, dalam sektor ganda, komunikasi memiliki peran yang penting. Selain kekompakan, disiplin latihan dan saling mengisi satu sama lain juga menjadi kunci kesuksesan mereka. 
Hal tersebut diamini Ahsan. Kata dia, ketika tengah tertekan, mereka akan saling memotivasi satu sama lain.
"Saat lagi tertekan kita coba saling memotivasi. Kalau pukulan saya gagal dia selalu mengingatkan dan menyemangati saya, bukan justru memarahi saya," kenang Ahsan.
Meski telah pensiun, Hendra dan Ahsan mengaku akan berusaha untuk tetap bisa berkontribusi memajukan bulu tangkis Tanah Air. Rencana terdekat keduanya yaitu membuka arena bulu tangkis bersama dengan sponsor mereka.
“Kita ada rencana membuat The Daddies Arena, lapangan bulu tangkis,” sebut Ahsan
Sementara itu Hendra Setiawan berharap sepeninggal mereka akan ada regenerasi ganda putra Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa. Dia pun memberikan pesan kepada para pebulu tangkis Indonesia untuk lebih bekerja ekstra dalam meraih prestasi di tengah persaingan yang kian ketat. 
Diakui, bulu tangkis Indonesia saat ini dalam posisi yang agak menurun. Sementara negara-negara lain justru mulai naik prestasi bulu tangkisnya. “Kita harus introspeksi, apa kekurangan yang harus kita perbaiki,” ujar Hendra.
Dengan kondisi seperti itu, pria asal Pemalang, Jawa Tengah (Jateng) ini berharap para pebulu tangkis muda Indonesia bisa terus berlatih lebih banyak lagi. Karena untuk menjadi juara saat ini tidaklah mudah.  

“Jadi kalau latihan-latihan biasa saja, saya rasa masih kurang. Jadi harus ekstra lagi,” tegas Hendra. (luk)
    © Ministry of Youth and Sports of Republic of Indonesia · Public domain
  • Selamat! Anthony Ginting Cs Resmi Jadi PNS Kemenpora
Sejumlah atlet bulutangkis resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Mereka adalah mulai dari Anthony Ginting, Marcus Fernaldi Gideon, hingga Liliyana Natsir.
Kamis, 10 Nov 2022
BAGIKAN :
Selamat! Anthony Ginting Cs Resmi Jadi PNS Kemenpora
Sejumlah atlet bulutangkis resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Mereka adalah mulai dari Anthony Ginting, Marcus Fernaldi Gideon, hingga Liliyana Natsir. (Foto: Instagram/@fajaralfian95)
Jakarta: Sejumlah atlet bulutangkis resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Mereka adalah mulai dari Anthony Ginting, Marcus Fernaldi Gideon, hingga Liliyana Natsir. 
Hal tersebut diketahui dalam akun Instagram @fajaralfian95 seperti dilihat pada Kamis (10/11). Selain Fajar, juga ada Hafiz Faizal, Mohammad Ahsan, Hendra Setiawan, Tantowi Ahmad, serta Greysia Polii. Ada juga atlet wushu Edgar Marvelo dan lainya. 
Dalam kesempatan ini, mereka terlihat mengenakan seragam putih lengkap dengan dasi hitam dan celana hitam. Para atlet tersebut telah melalui pendidikan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknis Fungsional Pertahanan (Pusdiklat Tekfunghan). 
Pada unggahannya, Fajar Alfian menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada Kemenpora. Setelah menjalani serangkaian proses, mereka akhirnya resmi menjadi PNS pada 2022. 
“Terima kasih banyak untuk pemerintah @kemenpora atas apresiasinya, dari CPNS 2018 dan sekarang sudah resmi menjadi PNS di 2022 lewat pendidikan pelatihan di @pusdiklat_tekfunghan," tulis Fajar sebagaimana dikutip dari Instagramnya.
Fajar juga menyampaikan, karirnya sebagai atlet hingga menjadi PNS adalah buah dari kerja kerasnya. Termasuk juga doa dan dukungan dari keluarga. 
“Sungguh penghargaan yang berarti buat kami sehingga orang tua sekarang mendukung anaknya menjadi olahragawan yang membela bangsa ini yang mempunyai bekal di masa depan,” tambah Fajar. 

Unggahan yang dilakukan Fajar mengundang respons dari penggemar bulutangkis. Mereka mengucap selamat atas capaian prestasi yang telah ditorehkan dari para atlet.(jef)
    © Ministry of Youth and Sports of Republic of Indonesia · Public domain
  • Hendra Setiawan - Mohammad Ahsan at 2013 Axiata Cup
    © TSportsasia · CC BY-SA 3.0

· voir sur Commons

Vidéos

52 au total

Derniers matchs

Palmarès

29 titres, dont 3 Events

2020
Badminton Asia Team Championships 2020 Continental Team Champion… Autres épreuves
2015
Dubai World Superseries Finals 2015 World Superseries Premier , TOTAL BWF World Championships 2015 Events , Maybank Malaysia Open World Superseries Premier
2014
Yonex-Sunrise Hong Kong Open World Superseries , 17th Asian Games 2014 Events , Yonex All England Open World Superseries Premier
2013
BWF World Superseries Finals 2013 World Superseries Premier , Yonex Open Japan 2013 World Superseries , BWF World Championships 2013 Events , Li Ning Singapore Open 2013 World Superseries , Djarum Indonesia Open 2013 World Superseries Premier , MAYBANK Malaysia Open 2013 World Superseries
2010
India Grand Prix 2010 Grand Prix , INDONESIA GRAND PRIX GOLD 2010 Grand Prix Gold , VIETNAM GRAND PRIX 2010 Grand Prix
2007
YONEX German Open 2007 Autres épreuves

À voir aussi